Aku menuliskan ini ketika aku membayangkan kamu, berulang kali menorehkan luka.
Aku menuliskan ini dalam sebuah pertanyaan besar yg bersarang di kepala.
"Apakah kamu tidak mengingatku ketika dengan sengaja bertemu, dan bercumbu dengan dia yang lain?"
Membayangkan kamu yang ternyata mendustaiku.
Membayangkan kamu diam diam menghubunginya saja, aku tidak sanggup.
Apalagi.... ah sudahlah, itu sudah terjadi.
Nyatanya, ada sakit yang tak bisa aku pungkiri.
Ada kecewa yang tak bisa aku sangkali.
Aku menuliskan ini, dalam sepi yang berbalut resah.
Akankah kamu melakukan kesalahan yang sama?
Mampukah kamu menjaga apa yg seharusnya kau jaga?
Tak inginkah kamu hidup bersama, hingga tangis kematian mengiringi kepergian salah satu diantara kita?
Bohong jika aku baik baik saja.
Bohong jika aku tidak takut kejadian ini berulang.
Aku takut kehilangan kamu Bie.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar