Rabu, 06 April 2016

Bagian dari Halaman Kedua

Hari itu, hari dimana dia memberitahuku sesuatu yang kalian sembunyikan dariku.
Bohong jika aku baik-baik saja
Aku kecewa, "Kenapa kamu melakukan ini," tanyaku padamu yang ketika malam itu menemuiku.
Kamu menemuiku hanya sebentar, namun setelah aku menangis di pelukanmu waktu itu bertambah dan terus bertambah.
Dengan tangan yang gemetar, dengan suara yang berat, kamu menemuiku.
Aku tau kamu juga tidak baik-baik saja.
Aku menanyakanmu beberapa hal, sampai jawaban itu meruncing pada satu hal "nafsu" katamu.
Kamu menjelaskan padaku semuanya, sementara dia memang hanya menjelaskanku sebagian.
Aku menyayangi kamu bie.
Aku memelukmu malam itu, memastikan bahwa aku tetap rumah dan arahmu pulang, aku masih menerimamu.
Hari itu, kamu berjanji padaku.
"Kamu mau sampai kapan kaya gitu?"
"Sampai kemarin," janjimu.
**
Esoknya, kamu tidak lagi berbohong dan menunjukkan betapa munafiknya dia. Seolah kamu yang begitu menginginkannya, padahal aku mendengarnya, dia yang meminta bertemu dan dia yang begitu mencoba menggodamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar