Hey, selamat pagi kamu..
Sudahkah mengirimiku ucapan selamat pagi seperti biasa, yang
selalu kau lakukan saat membuka mata?
Kalau belum, tak apa. Aku mengerti, kamu pasti lelah karena
selalu menemaniku hingga larut malam, melakukan perjalanan puluhan kilometer
setiap hari diantara kemacetan ibu kota.
Terimakasih. Itu sudah lebih dari cukup.
Sedang apa kamu?
Membuka facebook? Membalas whatsapp? Atau tengah membuka
browser?
(Pastinya membuka browser, jika kamu tengah membaca tulisan ini ya, hehehe)
(Pastinya membuka browser, jika kamu tengah membaca tulisan ini ya, hehehe)
Entahlah, apapun itu.. aku hanya berharap pagi ini kamu
memulai harimu dengan bijaksana.
Bie,
aku tak akan pernah mampu menjagamu selamanya.
Ragaku terbatas, jiwaku terbatas, suatu saat masaku akan
habis.
Aku sering membayangkan ini.
Bagaimana jika aku sudah tak mampu lagi memperhatikan dan
menjagamu?
Aku mengkhawatirkanmu.
Karenanya, aku membuat halaman demi halaman kisah kita.
Ku tahu,
aku mengerti, tak akan ada yang pernah abadi. Termasuk raga ini.
Setidaknya kelak, saat kamu membaca setiap halaman ini, kamu tahu ada seseorang yang menyayangimu seperti aku, ada seseorang yang telah jauh jauh hari menitipkanmu pada yang Maha Abadi.
Dan semoga dalam setiap perapalan katanya, membuat aku, seketika ada.
Aku sering meminta Tuhan untuk tetap menjaga
hatimu untuk terus memperbaiki diri.
Aku ingin kamu selamat, itu saja.
Meski aku tak sempurna, namun aku ingin menyempurnakan
kisahmu bie.
Aku ingin kau jauh lebih baik dan lebih baik, bukan untukku, tapi untukmu, untuk setiap kisahmu yang mungkin akan kamu lalui tanpa aku.
Mungkin saat itu, kamu sudah dilindungi anakmu, anak kita, hihiii :)
Bie,
Aku ingin mampu selalu
menjagamu, meski raga tak lagi ada.
Maka tak ada jalan lain, selain meminta kepada Tuhan kita yang begitu Pemurah dan Penyayang.
Tuhan yang mempunyai maaf yang lapang, padahal kita hanyalah sepasang pendosa.
Tuhan yang membuat kisah ini ada.
Maka tak ada jalan lain, selain meminta kepada Tuhan kita yang begitu Pemurah dan Penyayang.
Tuhan yang mempunyai maaf yang lapang, padahal kita hanyalah sepasang pendosa.
Tuhan yang membuat kisah ini ada.
Eh, maaf ya pagi-pagi udah cerita horror, hehheee.
Sudah, sudah... aku masih ada dan akan selalu ada, Insya Allah.
Selamat pagi, selamat bekerja!!
Semoga selalu semangat dan menyenangkan, Bismillah.
Aku sayang kamu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar